Memiliki modal besar ternyata tidak menjamin seseorang bisa menjadi pengusaha sukses. Jika tidak diimbangi dengan kecerdasan kemampuan, kecerdasan emosional dan spiritual, sulit mewujudkan kesuksesan. Download ebooknya disini, passwordnya: carapengusaha. Belajar dari pengalaman tersebut, Purdi E. Chandra, milyuner asal Yogya melalui trik-trik ‘gilanya’ berhasil melahirkan seratus ribu pengusaha. Upaya ini dilakukan dengan cara membimbing siswanya menempuh langkah-langkah menuju kesuksesan melalui wadah Entrepreneur University (EU).
Entrepreneur University (EU) merupakan wadah pendidikan wirausaha praktis pertama di Indonesia dan cukup ternama karena berkembang di sejumlah ibukota provinsi di Indonesia. “Target kami ke depan dalam kurun waktu tak berapa lama terlahir seratus ribu pengusaha melalui EU ini. Sesungguhnya melalui usaha ini tidak sesulit yang dibayangkan. Untuk memulai memang perlu ada trik-trik atau rekayasa bahwa seseorang harus dalam kondisi terpaksa untuk memulai usaha, dengan cara merubah pola pikir dari otak kiri ke otak kanan,” ungkap Purdi E. Chandra, pendiri Entrepreneur University.
Beberapa waktu lalu, Presiden Direktur Primagama Group ini juga menerima MURI Award untuk kategori Pendidikan Kewirausahaan pertama di Indonesia serta penerima penghargaan Enterprise 50 dari Anderson Consulting dan SWA.
Sementara itu, Direktur Utama EU Bali, Ir. Nym. Ayustana juga menambahkan, pada prinsipnya EU mengasah konsentrasi spesifik manusia, seperti mengasah kecerdasan emosional, kecerdasan adversity, kecerdasan financial, kecerdasan spiritual, serta mempertajam kreativitas, insting, dan intuisi. Materi yang diajarkan pada program kewirausahaan ini bukan teori manajemen sebagaimana biasa diajarkan di sekolah bisnis, tapi lebih mengarah pada pembentukan “jiwa entrepreneurship” peserta didik. “Dan diwisuda setelah menjadi pengusaha,” katanya.
Lebih lanjut Ayustana memaparkan visi dan misi EU yakni menjadi institusi pendidikan nonformal, berkualitas dan berskala nasional, bukan menciptakan calon pencari kerja. Tapi menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif, yang sanggup dijadikan mitra yang handal. Pendidikan pada program ini tidak menggunakan aturan formal. Artinya tanpa nilai, tanpa akreditasi, tanpa ijazah dan tanpa status diwisuda setelah menjadi pengusaha. “Program kewirausahaan EU menggunakan kurikulum dan sistem pendidikan yang diciptakan sendiri oleh pengusaha yang telah sukses di berbagai bidang usaha,” pungkasnya.
Masa pendidikan/workshop dilaksanakan Reguler setiap hari Minggu, selama 2 (dua) bulan dengan 8 kali pertemuan. Dimulai hari Minggu tanggal 28 Januari 2007, pukul 16.00-20.00 Wita bertempat di Hotel Sanur Paradise (dulu Radizon), Sanur. Program ini dididik langsung oleh para mentor dari pengusaha (praktisi) yang telah sukses di berbagai bidang usaha di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Batam, dan wilayah Indonesia lainnya.
Entrepreneur University (EU) merupakan wadah pendidikan wirausaha praktis pertama di Indonesia dan cukup ternama karena berkembang di sejumlah ibukota provinsi di Indonesia. “Target kami ke depan dalam kurun waktu tak berapa lama terlahir seratus ribu pengusaha melalui EU ini. Sesungguhnya melalui usaha ini tidak sesulit yang dibayangkan. Untuk memulai memang perlu ada trik-trik atau rekayasa bahwa seseorang harus dalam kondisi terpaksa untuk memulai usaha, dengan cara merubah pola pikir dari otak kiri ke otak kanan,” ungkap Purdi E. Chandra, pendiri Entrepreneur University.
Beberapa waktu lalu, Presiden Direktur Primagama Group ini juga menerima MURI Award untuk kategori Pendidikan Kewirausahaan pertama di Indonesia serta penerima penghargaan Enterprise 50 dari Anderson Consulting dan SWA.
Sementara itu, Direktur Utama EU Bali, Ir. Nym. Ayustana juga menambahkan, pada prinsipnya EU mengasah konsentrasi spesifik manusia, seperti mengasah kecerdasan emosional, kecerdasan adversity, kecerdasan financial, kecerdasan spiritual, serta mempertajam kreativitas, insting, dan intuisi. Materi yang diajarkan pada program kewirausahaan ini bukan teori manajemen sebagaimana biasa diajarkan di sekolah bisnis, tapi lebih mengarah pada pembentukan “jiwa entrepreneurship” peserta didik. “Dan diwisuda setelah menjadi pengusaha,” katanya.
Lebih lanjut Ayustana memaparkan visi dan misi EU yakni menjadi institusi pendidikan nonformal, berkualitas dan berskala nasional, bukan menciptakan calon pencari kerja. Tapi menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif, yang sanggup dijadikan mitra yang handal. Pendidikan pada program ini tidak menggunakan aturan formal. Artinya tanpa nilai, tanpa akreditasi, tanpa ijazah dan tanpa status diwisuda setelah menjadi pengusaha. “Program kewirausahaan EU menggunakan kurikulum dan sistem pendidikan yang diciptakan sendiri oleh pengusaha yang telah sukses di berbagai bidang usaha,” pungkasnya.
Masa pendidikan/workshop dilaksanakan Reguler setiap hari Minggu, selama 2 (dua) bulan dengan 8 kali pertemuan. Dimulai hari Minggu tanggal 28 Januari 2007, pukul 16.00-20.00 Wita bertempat di Hotel Sanur Paradise (dulu Radizon), Sanur. Program ini dididik langsung oleh para mentor dari pengusaha (praktisi) yang telah sukses di berbagai bidang usaha di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Batam, dan wilayah Indonesia lainnya.


